Bangunlah Jiwa

17 Nov 2014

Bangunlah Jiwa seperti Bunga Wijayakusama yg membangunkan

Bangunlah Jiwa seperti Bunga Wijayakusama yg membangunkan

Indonesia Raya adalah lagu yang menjadikan semua warga negara Indonesia bersatu. Indonesia Raya dikumandangkan meski hanya dengan biola pada 28 Oktober 1928, sebagai tonggak dimulainya ke Indonesiaan. Satu bangsa, satu tanah air dan satu bahasa Indonesia.

Sungguh Indah lagu Indonesia Raya, karena di dalamnya ada kata-kata sederhana tapi bermakna dalam “Bangunlah Jiwa..Bangunlah Badan.”. Bukan bangun badan dahulu tetapi bangun jiwalah yang mesti dilakukan lebih dahulu.

Bangun badan bisa dilihat secara panca indera, dengan mata pelihat, telinga pendengar, hidung penciuman, kulit perasa, atau lidah pengecap. Semuanya ada parameter yang bisa ditangkap dengan indera duniawi atau badaniah.

Bangun Jiwa hanya bisa dibaca dengan mata hati. Kata hati penting, karena bertahtanya Sang Maha Kuasa dimulai dari hati. Tinggal pribadi tersebut membuka atau menutupi atau mendenkonstruksi (membaurkan sehingga mata hati salah liat jadi mata ingin diri) mata hati. Mata Hati adalah pembacaan yang sangat lembut dan samar-samar untuk pribadi yang mengagungkan bangun badan. Namun bagi yang mengasah mata hati samar-samar menjadi terang benderang asal selalu dijaga dengan kesabaran yang makin luas.

Dimensi manusia adalah body (badan), mind (akal budi) dan soul (jiwa). Ketiganya sebagai kesatuan ayng perlu diasah agar bisa mencapai hidup lebih bahagia lahir batin bukan hanya untuk kesenangan badaniah semata. Kesenangan badaniah merupakan gas yang akhirnya bisa salah langkah atau akhirnya melakukan tindakan ayng tidak berkenan. Sedangkan dengan adanya olah batin, menjalani hidup atau mengasah mata hati terlebih dahulu, kehidupan menajdi mengalir, mengikuti dan mendewasakan diri menjadi priabdi ayng bijaksana dan menjalani dengan kesadaran yang sepenuh hati.

Bangun jiwa (soul) bisa dilakukan dengan banyak cara diantaranya :

  1. repetisi (doa dengan tasbih, doa nama mendokan berulang nama Tuhan, doa sesuai keyakinan secara berulang, dan lain sebagainya),
  2. fokus (melakukan tindakan konsentrasi pada hal yang paling penting dan mendesak untuk dilakukan, fokuss merupakan proses pengalihan energi menjadi lebih terpusat)
  3. yakin (banyak ketidak pastian di masa datang, masa lalu bisa meragukan akan langkah saat ini, namun demikian langkah yakin saat inilah yang perlu dilakukan dengan mantap meski apapun yang harus dihadapi dan seberat apapun tugas yang mesti dijalani.)
  4. emosi (menjaga agar bis mengontrol emosi, kesadaran diri, puasa, silih, sabar, menjaga tidak marah,menjaga keseimbangan penguasaan diri dan hubungan dengan sesama.)
  5. relaksasi (meditasi,introspeksi diri, retreat, travelling, tour kuliner, melakukan pekerjaan yang disukai, melakukan hobby, olahraga ringan, melihat alam, jokes, melakukan tindakan lebih ringan dan senang hati).

Bangun jiwa dalam dimensi frekuensi atau gelombang otak adalah menuju ruang gelombang teta. Saat gelombang ini biasanya saat antara bangun tidur atau mau tidur namun dalam kesadaran. Pihak lain menyebut jiga lighting zone, saat inilah inspirasi, ide dan penemuan besar sering diperoleh. Orang lain menyebutnya bahwa itu pencerahan, itu adalah kehadiran Tuhan Yang Maha Kuasa, itu adalah heningan, itu adalah kesejukan, itu adalah kenyamanan, itu adalah suasana kehiduapan seperti di surga, dan ilsutrasi lainnya ayng membuat kita bisa merasakan kebahagiaan batin. Proses pembangunan jiwa ini butuh proses lama dan belum tentu pribadi mau melakukannya karena berliku, banyak tantangan , banyak ujian, proses menghadapi rintangand ari kecil dan makin besar.

Bahkan seumur hidup probadi tersebut belum tentu bisa menggapainya. Berbahagialah yang sadar atau tidak sadar pribadi yang menjalaninya. Pribadi tersebut menjadi tangguh. Makin keras pendidikan terhadap diri sendiri, maka makin mudah dalam menghadapi suasana sekitar dan dengan pihak sesama dalam segala hal. Musuh terbesar adalah dalam menundukkan diri sendiri dan memahami diri sendiri. Tuhan hadir dalam diri dan hati dan jiwa. Tinggal pribadi tersebut terbuka atau merasakannya atau tidak.

Kata rasa, pemahaman, keseimbangan, menjalani, mengikuti, proses, kesabaran, kesadaran, pencerahan dan yang setara dengan hal tersebut adalah kata yang bersifat dalam area pembangunan jiwa. Proses pemabngunan jiwa adalah luar biasa, sayang sekali ada pribadi yang tidak mau melaluinya.

Pembangunan jiwa dan badan bisa paralel, namun demikian dengan istilah gulung gelar atau keseimbangan pembangunan jiwa lebih dahulu lebih dalam baru kemudian pembangunan badan akan membuat pribadi menjadi se-citra dengan Sang Pencipta. Pembangunan jiwa seperti membangun jati diri manusia, kedalaman diri, isi diri, atau hakekat diri. Sedangkan pembangunan badanadalah memabngun kemasan, casing. packaging atau luarannya. Isinya bisa makin putih, cerah, bersih dan indah. Namun demikian luaran bsia indah juga atau suram. Yang paling penting adalah pembangunan jiwa atau karakter pribadi lebih dahulu daripada pemabngunan abdan atau luaran/kemasan pribadi.

Mari kita bermenung akan pembangunan jiwa kita masing-masing.

Apa langkah kita ?

Salam.


TAGS area teta bangun jiwa tetha karakter


-

Follow Me