Kebangkitan Indonesia Raya

22 Jan 2014

85df643f441e31ad298dc07249f08ac3_bei

Investasi di saham merupakan tantangan tersendiri. Sejak mulai pasar saham di Indonesia sampai saat tulisan ini dibuat hanya kurang dari 400 ribu rekening saham dibuat dan hanya kurang dari 200 ribu rekening reksa dana di Indonesia.

Sedangkan demografi Indonesia menunjukkan ada sekitar 240 juta penduduk dengan pendapatan per kapita 3.500 USD per tahun atau Rp. 3,2 juta per bulan. Jika dianggap saja 10% nya masuk ke pasar modal (saham dan reksa dana) ada sekitar 77 triliun tiap bulan masuk ke apsar modal atau 1,7% dari kapitalisasi pasar total. Jumlah yang tidak sedikit.

Di Amerika Serikat dari 100 juta penduduk 44 jutanya sudah investasi di Reksa Dana dengan 4 reksa dana dan kekayaan sekitar 1 miliar sd 2 miliar rupiah. Jauh dibandingkan dengan Indonesia. Anggap saja 44 juta vs 200 - 400 ribu dengan jumalh penduduk yang hampir sama.

Memang betul kesejahteraan penduduk dari pendapatan dan itu berbanding lurus dengan pekerjaan. Namun jika dibandingkan hanya 0,24% wirausaha dan 4 - 10% di Asia adalah pengusaha. Mau sebagai karyawan, pendapatannya, wirausaha, apalagi pengetahuan tentang investasi sangat jauh.

Bukan berarti penduduk Indonesia tidak berubah. Anggap saja ada pencerahan awal untuk kelompok muda terutama SMP, SMA dan kuliah serta usia produktif tentang pengetahuan seperti :

  1. 4 Kuadran Robert Kiyosaki : (Pekerja (E), Pekerja mandiri (S), Bisnis (B), Investor (I)
  2. Pendapatan Aktif, Masif dan Pasif
  3. Investasi berkala sejak dini (dollar averaging) di paper aset (deposito, obligasi, reksa dana, saham), properti (tanah dan rumah) dan sistem aset (waralaba, true MLM, bisnis yg bersistem)
  4. Pembukuan yang disiplin mulai dari sederhana termasuk perpajakannya
  5. Perlu ada Pengolahan Diri (private victory) untuk kemudian saling gotong royong (public victory) untuk kehidupan lebih baik

bukan suatu mustahil Indonesia akan mencapai kemajuan yang sangat berarti. Inflasi yang rendah hanya 1 digit, nilai tukar yang stabil meski melemah, indeks saham yang bertumbuh meski fluktuatif, sistem demokrasi yang stabil meski penuh dinamika serta keuntungan-keuntungan lain termasuk bonus demografi Indonesia dengan usia muda dan 4 besar penduduk dunia.

Semua kelebihan dan keunggulan diramu dengan mau bangkit dari kekurangan akan berdampak pada prospektif pada kehidupan berbangsa dan bernegara yang lebih baik di masa depan.

Gambar Bursa Efek Indonesia merupakan perwakilan bahwa dengan wawasan yang luas akan konstelasi dunia saat ini, mendalami lebih dalam jati diri bangsa dan saling gotong royong (sinergi) membangun inan bangsa dan negara tercinta Indonesia dapat saling membangun menuju Kebangkitan Indonesia Raya yang lebih baik.

Salam.


TAGS Kebangkitan Indonesia Raya


-

Follow Me